Pencemaran lingkungan tidak bisa terlepas dari aktivitas manusia. Salah satu bentuk pencemaran lingkungan adalah adanya limbah cair. Limbah cair ini dihasilkan dari berbagai macam hal. Mulai dari dapur hingga aktivitas pabrik. Limbah ini tidak bisa dihindari, sebab sampai kapanpun manusia akan menghasilkan sampah. Dampak dari pencemaran limbah mulai dirasakan oleh banyak pihak. Sebagai contoh: gangguan keseimbangan lingkungan, bertambahnya lubang ozon, kesuburan tanah semakin berkurang, dan bertambahnya hama secara tidak normal. Melihat fenomena ini, banyak pihak mulai mencari jalan keluar untuk meminimalisir pencemaran.

Salah satu cara yang ditempuh adalah menciptakan sistem pembuangan limbah cair. Meski hal ini belum benar-benar efektif, tetapi berbagai cara dicoba agar lingkungan manusia tidak punah akibat perbuatannya sendiri. Sistem pembuangan limbah cair terdiri atas komponen yang kompleks, termasuk instalasi listrik. Oleh sebab itu membutuhkan pihak-pihak yang ahli dalam bidang ini. Termasuk jika suatu saat terjadi kecelakaan akibat salah satu komponen yang tidak berfungsi dengan benar.

4 Sistem Pembuangan Limbah Cair

Pabrik industri menjadi penyumbang limbah cair yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh aktivitas produksi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ada beberapa sistem pembuangan limbah cair, di antaranya adalah :

1. RBC (Rotating Biolocal Contactor)

Sistem pengolahan ini terdiri dari cakram yang dipasang secara horizontal. Setiap cakram memiliki jarak kira-kira 4 cm. Sebagian cakram akan dimasukkan ke dalam limbah cair, sementara sebagian lainnya akan digunakan sebagai kontak udara. Ketika mesin bekerja secara berputar, permukaan cakra akan bergantian berkontak dengan limbah cair dan udara. Perputaran tersebut akan menumbuhkan mikroorganisme yang nantinya akan berfungsi sebagai biomassa dan akan menyerap bahan organik yang terdapat dalam limbah cair.

2. Sistem Lumpur Aktif

Sistem ini memiliki 2 unit utama, yaitu tangki sedimentasi dan bioreaktor. Sistem lumpur aktif akan mencampurkan limbah cair dan biomassa dengan sempurna dan akan diaerasi. Tujuannya adalah sebagai sarana mengaduk dalam suspensi. Kelebihan sistem lumpur aktif adalah mudah diterapkan pada semua jenis limbah cair. Sementara kekurangan sistem ini adalah biayanya yang cukup mahal karena memerlukan komponen yang lebih rumit. Instalasi sistem ini biasanya dibantu oleh kontraktor besar, seperti kontraktor ME agar dapat berfungsi secara sempurna.

3. Tricking Filter

Sistem pengolahan limbah ini berpusat pada media padat yang memiliki kedalaman tidak lebih dari 2 meter. Umumnya memiliki bentuk silinder. Nantinya limbah cair akan disebar ke permukaan media silinder tersebut kemudian berputar agar air dapat mengalir ke bawah melalui lapisan. Kelebihan tricking filter adalah sangat bagus untuk nitrifikasi serta praktis digunakan. Sementara kekurangannya adalah sangat mungkin terjadi penyumbatan pada media filter jika limbahnya memiliki partikel besar, seperti kayu atau daun.

4. Septic Tank

Istilah ini sangat sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Septic tank adalah bentuk pengolahan limbah cair yang sangat sederhana. Dalam septic tank terjadi proses perombakan limbah dalam kondisi anaerobik, hampir sama dengan sistem UASB. Kelebihan sistem septic tank adalah efektif bagi limbah industri pangan dengan kadar bahan organik tinggi serta biayanya yang murah. Sementara kelemahannya adalah berpotensi tinggi dalam pencemarah air tanah.

Itulah 4 sistem pembuangan limbah cair yang banyak diterapkan di berbagai negara. Semakin mahal biayanya, maka akan mampu mengurangi dampak pencemaran lingkungan di sekitarnya. Meski begitu, para ilmuwan masih terus mencari cara untuk mengolah limbah cair dengan meminimalisir pencemarannya. Sebab pencemaran lingkungan bukanlah masalah sepele. Lama kelamaan manusia akan punah akibat ulahnya sendiri.