Perabotan memiliki tempatnya yang pasti di tiap ruangan, namun untuk washtavel sendiri dapat ditempatkan di berbagai tempat dan dapat menyatu dengan baik sesuai fungsinya. Jadi tempat untuk mencuci tangan, membersihkan make – up atau menggosok gigi ini tidak hanya ada di kamar mandi saja. Bahan washtavel variatif diantaranya seperti dari bahan keramik, kaca, bahkan sampai batu alami seperti pualam, marmer atau granit.

Aneka Model Washtavel Sesuai Penempatannya

Seiring perkembangan zaman, desain wastavel berevolusi baik dari material bahan baku maupun model. Penyesuaian tersebut mengikuti dimana washtavel diletakkan. Washtavel di rumah, kamar mandi umum, restoran atau taman tentu memiliki bentuk dan model beragam. Berikut adalah beberapa contoh desain wastavel dengan tampilan yang disesuaikan sebagai pelengkap bagi suasana ruangan yang penuh gaya.

1. Wastavel Tenggelam Panjang

 

Kamar mandi di toilet umum akan memasang washtavel dengan jumlah yang banyak. Idealnya terdapat sekitar 3 sampai 5 washtavel pada satu kamar mandi. Model  tenggelam yang memanjang di depan kaca memberi ruang untuk bagian lainnya untuk meletakan barang-barang. Bentuknya yang cekungan menghindari air untuk menciprat keluar. Jenis washtavel ini merupakan bentuk paling dasar dari wahtavel pada umumnya. Bagian saluran pembuangannya menempel di dinding sehingga memberi ruang lebih bagi penggunanya.

2. Washtavel Cekung Kaca

 

Model yang lebih ramping dan praktis sangat cocok untuk penempatan di luar kamar mandi. Wastafel dengan bentuk mangkok dengan bahan kaca ini digemari karena bentuknya yang simple namun atraktif. Terdapat rak susun terbuat dari kaca melengkapi fiturnya yang praktis dan pas untuk diletakan di ruang terbuka dalam rumah atau bahkan restaurant.

4. Wastavel Air Mata

 

Desain wastavel dengan model panjang berdiri atau disebut dengan standing sink dipasangkan dengan kaca individu diatas washtavel. Hal ini yang menyebabkan namanya dikenal sebagai model bagai air mata. Desain yang modern minimalis ini semakin digandrungi untuk perkantoran, retaurant dan bakhkan pusat perbelanjaan. Kontraktor Jakarta merekomendarikan wastafel model ini untuk kamar mandi bertema minimalis.

5. Wastavel Kotak Datar

 

Diantara model wastavel lainnya, dapur membutuhkan ukuran yang lebih besar. Selain untuk mencuci tangan, penempatan wastavel didapur juga digunakan untuk mencuci piring dan membilas sayuran serta bahan makanan lainnya. Bentuknya yang tenggelam dan kotak cocok berdampingan dengan alas untuk memotong dan membersihkan makanan. Sebagai bagian yang terintegrasi dengan kabinet dapur, pastikan ukurannya pas dan menghadap jendela atau sumber penerangan agak penglihatan anda terbantu kala beraktivitas didapur dan sekitarnya.

6. Wastafel Kombinasi Kabinet

 

Kamar mandi dirumah sendiri akan lebih praktis dengan tambahan kabinet dibawah washtavel. Vanity adalah tambahan yang umumnya menyatu dengan washtavel untuk menyimpan perangkat mandi dan berpakaian yang multifungsi. Selain anda bisa menyegarkan diri dikamar mandi, berpakaian dan berdandan juga dapat dilakukan sekaligus pada ruang yang sama.  Model ini memiliki bentuk bulit-in sehingga ruangan terlihat rapi karena semua perangkatnya tersimpan dalam kabinet.

7. Washtavel Batu Outdoor

 

Rumah tempo dulu memiliki kendi atau gentong yang ditempatkan di luar rumah agar ketika hendak masuk dapat mencuci tangan, kaki dan muka. Sebagai sentuhan modern tempayan yang tradisional tersebut beralih bentuk menjadi washtavel outdoor. Desainnya pun mendapat sentuhan up to date dengan bentuk bulat atau kotak. Agar tetap awet karena ditempatkan diluar ruangan bahan baku batu alami atau marmer merupakan pilihan pas agar terpelihara bentuk dan warna aslinya. Kontraktor interior restaurant menggunakan tipe washtavel ini untuk resto dengan gaya alam yang menyajikan makanan tradisional yang biasanya disantap dengan menggunakan tangan.